Jiwaku mengangkasa
membelah langit biru dan kelam
tapi di langit tak kulihat siapa-siapa
yang ada hanya butir-butir air mengental dan mengkristal
apa yang kan kucari
di mana?
siapa lagi kutaNYA
NYA pun tak menjawab: apa?
Tuesday, June 9, 2009
JIWAKU DAN AMUK
Sunday, June 7, 2009
Merenung

sepanjang sore ini aku merenung
mencoba mencari jawab dari berbagai pertanyaan
yang menghujam di ulu hati.
pertanyaan ini bukan masalah cinta
tetapi lebih pada harga diri
pertanyaan ini bukan masalah bagaimana
tetapi kapan kita akan selesaikan
sekali lagi
pertanyaan ini bukan masalah bagaimana mengukir kata
tetapi lebih pada mengasah pedang: buat apa?
Sepanjang sore ini aku masih merenung langit pun mendung
apakah selamanya kita akan menjadi pecundang dan tidak menjawab atas semua persoalan ataukah kita akan terus terdiam sementara kepala kita diacak-acak oleh tetangga sementara tanaman hias di beranda kita dilumatkan
dan kita diam saja!
Friday, May 1, 2009
SERTIFIKASI DAN NASIB GURU: SEBUAH DAGELAN

Setelah menunggu sekian lama dan sampai kini pun masih menunggu, dana sertifikasi profesi guru tidak juga turun. padahal sejak tahun 2007 para guru yang dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar profesi guru sudah menunggu (nggadhang-nggadhang) dana yang bisa membuat anak dan istri tersenyum dan konsumtif. Rencana sudah disusun.
Rencananya: uang yang akan dibayarkan untuk menyejahterakan guru itu nanti akan dipergunakan (1) kredit sepeda motor, (2) membiayai kuliah anak --> tapi tidak mengambil FKIP atau yang berkait dengan guru, (3) dan masih banyak rencana sekunder. Akan tetapi rencana tinggalah rencana. Ternyata sampai bulan Mei 2009 dana itu belum juga dikucurkan.
Bahkan, akhir April 2009 kemarin beredar Surat Edaran dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, bahwa dana itu tidak mungkin dikucurkan karena tidak ada yang berani bertanggung jawab. Semua sekarang tergantung niat baik Presiden.
Dengan demikian, beredarlah rumor: jika SBY tidak terpilih lagi menjadi presiden, maka tamatlah riwayat Dana Sertifikasi itu, dan guru tinggal menggantungkan cita-cita setinggi langit. Sementara langit masih gelap, segelap otak guru.
Lepas dari masalah dibayarkan atau tidak, ini masalah sudah bersifat politis. Jika sudah masuk ke ranah politik semua bisa menjadi mulur-mungkret kaya alat vital laki-laki.; bahkan kadang-kadang mulur-mungkretnya juga bisa diatur. Wah serem juga ya.....
Kalau sudah begini, mending zaman Soeharto dulu: Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.
Bekerja ikhlas, mendidik dan menyiapkan pemimpin masa depan (ada di antaranya yang mewarisi bakat bapaknya: korup), serta mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa pamrih. Biar dibayar sedikit, asal ikhlas, pasti ada barokahnya. Amin.
Friday, September 19, 2008
BULAN
Monday, July 28, 2008
pUISI: 2
Mau Apa Lagi Aku
Mau apa lagi aku
jika hidup bukan lagi perkara sederhana
jika hidup berdua adalah sebuah perkara yang tidak sederhana
lagi, jika masing -masing sudah tidak lagi sepaham
Mau apa lagi aku?
jika tertawa adalah tikaman sampai ke ulu jiwa
jika sendagurau bukan lagi perkara sederhana
tapi lebih dari sebuah bencana
dan kita saling memalingkan muka.
di mana lagi ada cinta?
cinta yang pernah menjadi kata-kata mutiara
sekarang menjadi percuma
sia-sia.
Tinggalkan komentar »
Ada Apa?
Dikirim puisi pada April 18, 2007 oleh wisnu sujianto
ada apa dengan kita
duduk berdua, lentera temaram di senja
cicit suara burung walet mengejar rama-rama
kita dalam diam berkepanjangan
tak ada suara
yang ada hanya napas tergesa
dan ketakutan serta ketakjuban akan cakrawala.
ada apa dengan kita
ketika suara telah menjelma angkara dan murka ada
di antara kita.
Ya Rabb, salamu alaika
dalam kegelapan jiwa kuingin Engkaulah terang mencahayai
cahaya dalam cahaya, tanpa apa aku kan jumpa
di bait puisi alam jagad raya
aku larut dalam penghambaan penuh cacat cela.
Tinggalkan komentar »
Kekasihku
Dikirim Uncategorized pada April 8, 2007 oleh wisnu sujianto
kekasihku hingga suatu waktu
aku dan engkau berpisah untuk waktu yang lama
jika bertemu: aku ingin engkau bercerita
tentang apa saja hingga membuatku lena
dalam bebayang senja. ya, senja!
kita pernah berkata:
bahwa hidup adalah sekadar
dan bukan untuk tawar menawar
mengapa pula tiap senja yang kita lewati terasa hambar
mengapa pula tiap puisi yang kucipta
menjadi sekadar?
Tinggalkan komentar »
Hatiku Ungu
Dikirim Uncategorized pada April 8, 2007 oleh wisnu sujianto
inilah puisiku
yang kutulis tika senggang waktuku
melepas penat pikir dan gundah gulanaku
agar terbebas dari derita batinku
inilah puisiku
yang kutulis kala resah menyergapku
dan kutumpahkan di atas kegelisahanku
inilah puisiku
wujud kegelisahku pada zamanku
carut-marut tak menentu, nembus segala waktu
duh … Robb-ku bebaskan aku dari siksa kegelisahku
hiburlah aku
senangkan aku dengan senandung-Mu
Sunday, February 24, 2008
sertifikasi atau sertivikasi
sertifikasi atau sertivikasi tidak perlu dipersoalkan, yang dipersoalkan setelah proses sertifikasi selesai dan setiap guru yang dinyatakan lulus sertifikasi dan berhak mendapat sertifikat dan tunjangan kesejahteraan, apakah mereka mampu mendidik, mengajar, dan mencerdaskan anak-anak bangsa, lebih khusus anak-anak bangsa yang miskin, papa, dan tidak memiliki harapan? apakah mereka tidak lagi sibuk demo dan menyusun cita-cita yang diatasnamakan pegawai negeri?
apakah mereka akan bekerja tanpa pamrih dan tanpa beban lagi untuk membantu anak-anak bangsa yang teraniaya oleh kapitalisasi ini bangkit seperti yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa?
guru bersertifikat sebenarnya bukanlah tujuan.
Monday, March 12, 2007
Bismillah
Bismillahirrohmanirrohim
inilah blog yang memaksa ANDA menikmati suasana yang benar-benar lain oleh sebab menggunakan nama EROT, perempuan fenomenal yang sangat dirindukan para lelaki (wa bil khusus laki-laki hidung belang yang suka mengumbar nafsu syahwat) karena bisa .....
namun, perlu pembaca mahfum bahwa erotis_me di sini sama sekali tidak bermaksud membesar-besarkan nama MAK EROT atau yang setara dengan itu. erotis_me di sini adalah UPAYA MENGETENGAHKAN berbagai madzhab atau aliran yang menyoal cara beribadah kepada Allah Robbul Izzati, yang kadang-kadang membuat orang (wa bil khusus muslimin/muslimat) bingung juga siapa yang mau diikuti. Padahal semua orang (muslim wal muslimat) juga sudah mahfum bahwa Rasulullah tidak pernah menunjuk langsung, mendelagasikan, atau meminta para imam (yang empat) mewakilinya. Di sinilah unsur menariknya.
Sudah paham belum?
kalau belum paham, ya dipahami aja bahwa situs ini memang membikin penasaran. selamat bergabung aja deh!
Di blog ini juga ada hiburannya lho! Baca cerpen-cerpen karya MAKNA SINATRIA yang hiii...menyeramkan!
Special thanks to mr. AR Sugeng Riyadi di Lab MIPA PPMI Assalaam yang pertama kali membimbing dan berbagai kepanduannya sehingga bisa menulis blog dan mempublish situs ini. matur suwun saestu njih!
